Pada hari Selasa, 4 April 2017 lalu, saya
bersama teman-teman dari Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia (GIDKP)
diberikan kesempatan untuk mengunjungi pabrik pembuat plastik nabati dari PT Inter
Aneka Lestari Kimia yang terletak di Balaraja, Tangerang, Banten. PT Inter
Aneka Lestari Kimia sendiri sebelumnya sudah memproduksi berbagai jenis bahan
baku plastik seperti pewarna plastik. Namun pada awal tahun 2011, perusahaan
ini memulai penelitian tentang plastik yang mampu diuraikan oleh mikroorganisme
di alam (Biodegradable) sebagai bentuk dari kepedulian terhadap masalah sampah
yang kian meresahkan terutama didominasi oleh sampah plastik.
BAHAYA PLASTIK
Plastik merupakan tersusun dari polimer-polimer yang
memiliki berat lebih ringan daripada air sehingga seringkali kita lihat plastik yang mengambang
di air. Hal ini mengurangi jumlah sinar matahari yang masuk kedalam air
sehingga tanaman-tanaman yang ada di dalam air tidak dapat berfotosintesis
secara maksimal. Bahaya lain yang ditimbulkan adalah ketika sampah plastik
telah terpecah menjadi butiran-butiran kecil. Pecahan plastik ini tidak dapat
secara langsung terurai oleh bakteri. Plastik membutuhkan lebih dari 3000 tahun
untuk dapat terurai secara sempurna, oleh karena itu saat plastik terpecah
menjadi butiran kecil, plastik tetap memiliki sifat dasar dengan plastik
berukuran besar. Plastik-plastik ini biasanya dikira sebagai makanan oleh para
plankton yang ada di laut. Kemudian plankton akan dimakan ikan dan ikan
tersebut akhirnya dimakan oleh manusia atau ikan besar lainnya.
 |
| Gambar Plankton yang memakan potongan plastik (berwarna hijau cerah) |
Tubuh
manusia dan hewan pada dasarnya tidak dapat mencerna kandungan plastik,
sehingga yang terjadi adalah timbulnya berbagai macam penyakit dari ringan
hingga kanker yang mematikan. Jumlah sampah plastik pun kian menggunung setiap
harinya. Mayoritas plastik-plastik yang terbuang menjadi sampah plastik adalah
kantong plastik. Sudah menjadi suatu hal yang sangat wajar di indonesia ketika
setiap transaksi pembelian di pasar maupun swalayan menggunakan kantong
plastik. Pengelolaan sampah terutama kantong plastik tidak dapat menandingi
produksi dan konsumsi sampah plastik di masyarakat.
ALTERNATIF PENGGANTI KANTONG PLASTIK
Banyak
sekali alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti kantong plastik, namun
saat ini perkembangan alternatif kantong plastik terutama di Indonesia masih
sangat minim. PT Inter Aneka Lestari Kimia mempelopori pembuatan kantong
berbahan nabati yaitu kantong yang terbuat dari bahan baku singkong, meskipun
penelitian sudah dimulai dari tahun 2011 dan mulai diluncurkan secara komersial
pada tahun 2012, kantong nabati ini masih kurang mendapatkan banyak respon dari
masyarakat. Faktor-faktor seperti tingginya permintaan pasar akan kantong
plastik konvensional serta lebih murahnya harga produksi kantong plastik
dibanding alternatifnya menjadi dasar alasan utama. Padahal kantong nabati
memiliki berbagai kelebihan dibanding kantong plastik biasa seperti: tahan
minyak sekalipun minyak panas, tahan suhu tinggi, mengurung udara (sehingga
saat membawa makanan berbau tajam, bau makanan tersebut tidak menyebar) serta
yang paling penting adalah mampu diuraikan oleh mikoorganisme dalam waktu
singkat sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan.
Bahan baku singkong dipilih karena mengandung amilosa
yang dapat dipecah menjadi amiloepktin. Amilopektin inilah yang akan diproses
menjadi kantong nabati yang serupa dengan kantong plastik namun dapat terurai
oleh mikroorganisme karena berasal dari bahan nabati.
Singkong dipilih sebagai bahan baku kantong nabati
PROSES PEMBUATAN KANTONG NABATI
Pembuatan
kantong nabati (pengganti kantong plastik) ini diawali dengan pemrosesan
singkong menjadi tepung singkong dan dicampurkan dengan bahan-bahan aditif
tertentu sehingga akan menghasilkan komponen kantong yang kuat, hasil akhir
dari proses ini adalah pelet. Pelet inilah yang akan menjadi bahan baku pembuatan
plastik. PT Inter Aneka Lestari Kimia mengusung brand Enviplast sebagai nama
pelet ini.
Selanjutnya
pelet ini akan dimasukkan kedalam suatu mesin yang bernama mesin Blown Film.
Mesin ini terdiri dari feeder untuk menampung pelet yang akan diproses,
pemanas, peniup, penggulung hingga pencetak label atau logo. Mesin Blown Film
yang digunakan pada proses pembuatan kantong biodegradable didesain secara
khusus karena mesin pembuat plastik biasa tidak memiliki spesifikasi yang pas
untuk memproses pelet Enviplast. Pelet yang akan dibuat menjadi kantong nabati
diletakkan di feeder kemudian melalui proses pemanasan dan proses tiup yang
akhirnya menjadi lembaran-lembaran kantong. Untuk menghasilkan 1 kg kantong
nabati diperlukan 1 kg pelet Enviplast.
Mesin Blow Film untuk
memproses pelet Enviplast menjadi kantong plastik
Setelah
digulung, lembaran kantong nabati ini akan mengalami proses pemotongan. Pemotongan
dilakukan juga secara otomatis dengan mesin pemotong. Mesin pemotong ini
memiliki sensor yang dapat membaca simbol logo yang tertera di lembaran kantong
sehingga akan memotong kantong nabati secara akurat dengan kepanjangan
tertentu.
Proses pemotongan gulungan kantong nabati
Setelah dipotong-potong, kantong
nabati ini akan diberi lubang yang memudahkan pengguna untuk membawanya
(seperti halnya kantong plastik pada umumnya yang memiliki lubang untuk tangan
kita saat membawanya). Pembolongan (pemberian lubang) ini juga dilakukan
menggunakan mesin pembolong khusus. Setiap kantong akan diberi lubang sesuai
dengan jenisnya, ada lubang yang di tengah (model hand-grip) maupun 2 buah
lubang disamping (model T-shirt). Lubang dari setiap kantong juga memiliki
ukuran yang berbeda-beda sesuai pesanan sehingga mesin pembolong yang digunakan
juga memiliki berbagai jenis ukuran pisau yang disesuaikan dengan pesanan
klien. Sebelum dikemas, kantong nabati akan diuji kekuatannya dengan Jog Test, petugas penguji akan membawa
kantong nabati berjalan sepanjang 150 meter dengan diberi beban sejumlah
tertentu sesuai dengan kekuatan kantong yang diminta oleh pemesan. Setelah Jog Test selesai, kantong yang menjadi sample akan digantung untuk menguji
ketahanan seberapa lama ia bisa menahan berat.

Kantong nabati yang
digantung setelah Jog Test
Kantong nabati yang sudah teruji
kekuatannya dikemas dan siap dikirimkan ke konsumen. Jika kita perhatikan, kantong nabati yang dipesan
memiliki berbagai jenis warna. Warna ini didapat dari hasil produksi pelet
Enviplast. Pelet Enviplast memiliki berbagai warna yang dapat disesuaikan
dengan keinginan pemesan sehingga menghasilkan waran kantong nabati yang serupa
dengan warna peletnya.
Pelet Enviplast berbagai warna
UJI KANTONG NABATI
Kantong nabati ini terbukti dapat diuraikan oleh
mikroorganisme dalam tanah. Pada saat kunjungan pabrik, kami diajak menyaksikan
contoh-contoh kantong yang telah lebih dari dua minggu dikubur dalam tanah dan
telah terurai. Potongan kantong nabati tersebut dimasukkan kedalam kantong
dengan jaring-jaring yang berlubang kemudian dikubur didalam tanah. Selain
mudah terurai kantong ini juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk
kompos.
 |
| Kantong nabati yang telah terurai |
Pengujian
selanjutnya dilakukan dengan membakar kantong nabati. Pengujian ini
menghasilkan residu/sisa kantong
nabati yang dapat hancur secara sempurna seperti halnya saat kita membakar
kertas atau daun-daunan. Lain halnya ketika membakar kantong plastik, kantong
plastik akan menghasilkan sisa berupa cairan yang bila mengeras akan membentuk
plastik kembali. Pengujian lainnya yaitu memasukkan potongan kantong nabati
kedalam air yang mendidih dan diaduk, hasilnya kantong tersebut benar-benar
larut dalam air yang mendidih. Kedua pengujian tersebut juga membuktikan bahwa
kantong nabati mudah diuraikan dengan berbagai cara.
Pengujian kantong nabatid alam air panas
Pengujian
kekuatan kantong nabati lainnya dilakukan dengan menyeterika kantong nabati.
Dibandingkan dengan kantong plastik konvensional yang akan meleleh dan menempel
pada seterika panas, kantong nabati tidak meleleh dan bahkan tidak menempel
sama sekali pada seterika yang panas. Kelebihan lainnya adalah kantong nabati
dapat menahan udara dari dalam sehingga saat kita membawa benda atau makanan
berbau tajam seperti durian dalam kantung nabati, bau tersebut tidak akan
menyebar.
Kantong plastik biasa (kanan)
dan kantong nabati (kiri) saat diseterika
Saksikan video dokumentasi kunjungan ke pabrik pembuat kantong nabati: