Saturday, 17 June 2017

EVERYONE CAN BE A HERO (Article of Beach Clean Up - English Version)

Who says being a hero is difficult? 

The definition of hero here is a hero in the broad sense as we used to see in various superhero movies. They are struggling to save the earth from various enemy threats, right? Well, does saving the earth can only be done by the superheroes that are in comics and movies only? Of course not, I'll tell you a bit about my experience last week.
On Saturday, June 10, 2017, I and my friends of Indonesian Plastic Bag Diet Movement were invited to the Marine Campaign event by the Ministry of Environment and Forestry held at Ancol Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol Jakarta, Indonesia. The event is a collaboration of the Indonesian government, especially the Ministry of Environment and Forestry with the United Nations Information Center (UNIC) and is a series of World Oceans Conference in New York held on 5-9 June 2017.

In addition to beach cleanup, there is also campaign by Miss Earth and proper handwashing education by the representatives from PT Unilever Indonesia. The objective of this event is to support the implementation of Sustainable Development Goals 14 (Life below Water).

Campaign by Miss Earth
The event was started with welcome speech from various parties such as the Jakarta Director of UNIC, Mrs. Eshila Maravanyika ; Mr. Isnawa Adji (Head of Sanitation Agency of DKI Jakarta), Pademangan Head (Musa Syafrudin), until the opening ceremony by Mrs. Tuti Hendrawati Mintarsih whom is the Director General of Waste Management and Hazardous Hazardous Material Waste.

Mrs. Tuti Hendrawati giving welcome speech in opening ceremony
The core event is cleaning the beach itself is done around the venue. With the help of more than 200 people and in less than 1 hour, garbage collected reached more than 145kg and 80% of them are plastic waste such as plastic bags, snack packs, drink bottles, etc. This is unfortunate considering the plastic is a material that is difficult to decompose let alone in the sea. Only by cleaning in a short time, the limited amount of human resource and in a small part of the coastal area, the garbage collected is already that much. Imagine how much rubbish is stranded all over the world's beaches, let alone the waste that remains in the ocean.
Clean the beach as a volunteer
Without us knowing, our marine ecosystem is being threatened now because of the plastic waste. The presence of plastics can disrupt the activity of sea animals. Even if this plastic has broken into a micro plastic; plankton-plankton which is fish's source of food will eat the plastic. Fish that eat plankton contained plastic could be our meal and the plastic will be accumulated in our body because it cannot be digested. These plastic can cause various diseases, ranging from digestive system disorders to cancer.

Therefore, let's save our ocean starts from simple step. Use plastic bags more wisely. If we can use reusable shopping bags like goody bag, then use it to shop instead of receiving plastic bags from the seller, this can reduce the use of plastic bags. Without us knowing this small step we do is the beginning of a big step to save the sea, our earth even for our own sake and many people in this world

So, who says we cannot be hero who can save this world? Even without superpowers we can save the earth and many people. See?

Eka N. Solicha (Volunteer of Indonesia Plastic Bag Diet Movement)

4R (Reduce, Reuse, Recycle, Re-think)

JADI PAHLAWAN? SIAPAPUN BISA KOK (Artikel Beach Clean Up - Versi Bahasa Indonesia)

Siapa bilang jadi pahlawan itu sulit? Definisi pahlawan disini adalah pahlawan dalam artian luas seperti yang biasa kita lihat di berbagai film-film superhero. Mereka berjuang untuk bisa menyelamatkan bumi dari berbagai ancaman musuh bukan? Nah, apakah menyelamatkan bumi itu hanya bisa dilakukan oleh para superhero yang ada dalam komik dan film saja? Tentu tidak teman-teman. Saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya minggu lalu.
Pada Sabtu 10 Juni 2017 lalu, saya dan teman-teman Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) diundang ke acara Kampanye Kelautan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diadakan di Ancol Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol. Acara ini merupakan kerjasama pemerintah Indonesia terutama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan United Nations Information Center(UNIC)  dan merupakan rangkaian dari  World Oceans Conference di New York yang diadakan pada 5-9 Juni 2017.
Selain bersih-bersih pantai, ada juga kampanye oleh Miss Earth dan edukasi cuci tangan yang benar oleh perwakilan dari PT Unilever Indonesia. TUjuan dari acara ini yaitu mendukung implementasi Sustainable Development Goals 14 (Life Below Water).


Acara ini diawali oleh sambutan-sambutan dari berbagai pihak mulai dari perwakilan UNIC yaitu Eshila Maravanyika yang merupakan UNIC Jakarta Director dilanjutkan oleh Bapak Isnawa Adji (Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta), Camat Pademangan (Bapak Musa Syafrudin), hingga pembukaan acara oleh Ibu Tuti Hendrawati Mintarsih yang merupakan Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3).
Kampanye Kelautan oleh Miss Earth
Acara inti yaitu membersihkan pantai sendiri dilakukan disekitar tempat acara. Dengan bantuan lebih dari 200 orang dan dalam waktu kurang dari 1 jam, sampah yang dikumpulkan mencapai lebih dari 145kg dan 80% diantaranya merupakan sampah plastik seperti kantong plastik, bungkus snack, botol minuman hingga karung-karung plastik. Hal ini sangat disayangkan mengingat plastik merupakan bahan yang sulit untuk terurai apalagi di laut. Hanya dengan membersihkan dalam waktu singkat, jumlah tenaga yang terbatas, serta di sebagian kecil wilayah pantai saja, sampah yang dikumpulkan sudah sebanyak itu. Bayangkan sebanyak apa sampah-sampah yang terdampar di seluruh pantai di dunia, apalagi sampah-sampah yang masih tersisa di lautan.
Bersih-bersih pantai sebagai volunteer
Tanpa kita sadari, ekosistem laut kita sedang terancam sekarang karena sampah-sampah plastik tersebut. Keberadaan plastik dapat mengganggu aktivitas makhluk-makhluk laut. Bahkan plastik ini telah pecah menjadi mikroplastik, plankton-plankton yang merupakan sumber makanan dari ikan akan memakan plastik tersebut. Ikan yang memakan plastik, bisa jadi akan menjadi santapan kita dan plastik tersebut akan tertimbun dalam tubuh kita karena tidak dapat tercerna. Timbunan plastik inilah yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit, mulai dari gangguan saluran pencernaan hingga kanker.
Oleh karena itu, ayo teman-teman jaga laut kita mulai dari langkah sederhana. Gunakan kantong plastik dengan lebih bijak. Bila kita bisa menggunakan tas belanja pakai ulang seperti goody bag, maka sebaiknya gunakanlah untuk berbelanja, hal ini dapat mengurangi penggunaan kantong plastik. Tanpa kita sadari langkah kecil kita ini merupakan sebuah awal dari langkah besar untuk menyelamatkan laut, bumi kita bahkan demi kita sendiri dan banyak orang lho. Siapa bilang kita tidak bisa jadi pahlawan yang bisa menyelamatkan bumi ini? Bahkan tanpa kekuatan super pun kita bisa menyelamatkan bumi dan banyak orang.

Eka N. Solicha (Volunteer Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik)
Bersama Ibu Tuti Hendrawati dan teman-teman GIDKP
Artikel lain bisa dilihat di http://dietkantongplastik.info/

Tuesday, 11 April 2017

KUNJUNGAN KE PABRIK PEMBUAT KANTONG NABATI YANG BIODEGRADABLE

               Pada hari Selasa, 4 April 2017 lalu, saya bersama teman-teman dari Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia (GIDKP) diberikan kesempatan untuk mengunjungi pabrik pembuat plastik nabati dari PT Inter Aneka Lestari Kimia yang terletak di Balaraja, Tangerang, Banten. PT Inter Aneka Lestari Kimia sendiri sebelumnya sudah memproduksi berbagai jenis bahan baku plastik seperti pewarna plastik. Namun pada awal tahun 2011, perusahaan ini memulai penelitian tentang plastik yang mampu diuraikan oleh mikroorganisme di alam (Biodegradable) sebagai bentuk dari kepedulian terhadap masalah sampah yang kian meresahkan terutama didominasi oleh sampah plastik.

BAHAYA PLASTIK
                Plastik merupakan tersusun dari polimer-polimer yang memiliki berat lebih ringan daripada air sehingga  seringkali kita lihat plastik yang mengambang di air. Hal ini mengurangi jumlah sinar matahari yang masuk kedalam air sehingga tanaman-tanaman yang ada di dalam air tidak dapat berfotosintesis secara maksimal. Bahaya lain yang ditimbulkan adalah ketika sampah plastik telah terpecah menjadi butiran-butiran kecil. Pecahan plastik ini tidak dapat secara langsung terurai oleh bakteri. Plastik membutuhkan lebih dari 3000 tahun untuk dapat terurai secara sempurna, oleh karena itu saat plastik terpecah menjadi butiran kecil, plastik tetap memiliki sifat dasar dengan plastik berukuran besar. Plastik-plastik ini biasanya dikira sebagai makanan oleh para plankton yang ada di laut. Kemudian plankton akan dimakan ikan dan ikan tersebut akhirnya dimakan oleh manusia atau ikan besar lainnya. 
Gambar Plankton yang memakan potongan plastik (berwarna hijau cerah)

                 Tubuh manusia dan hewan pada dasarnya tidak dapat mencerna kandungan plastik, sehingga yang terjadi adalah timbulnya berbagai macam penyakit dari ringan hingga kanker yang mematikan. Jumlah sampah plastik pun kian menggunung setiap harinya. Mayoritas plastik-plastik yang terbuang menjadi sampah plastik adalah kantong plastik. Sudah menjadi suatu hal yang sangat wajar di indonesia ketika setiap transaksi pembelian di pasar maupun swalayan menggunakan kantong plastik. Pengelolaan sampah terutama kantong plastik tidak dapat menandingi produksi dan konsumsi sampah plastik di masyarakat.



ALTERNATIF PENGGANTI KANTONG PLASTIK
                Banyak sekali alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti kantong plastik, namun saat ini perkembangan alternatif kantong plastik terutama di Indonesia masih sangat minim. PT Inter Aneka Lestari Kimia mempelopori pembuatan kantong berbahan nabati yaitu kantong yang terbuat dari bahan baku singkong, meskipun penelitian sudah dimulai dari tahun 2011 dan mulai diluncurkan secara komersial pada tahun 2012, kantong nabati ini masih kurang mendapatkan banyak respon dari masyarakat. Faktor-faktor seperti tingginya permintaan pasar akan kantong plastik konvensional serta lebih murahnya harga produksi kantong plastik dibanding alternatifnya menjadi dasar alasan utama. Padahal kantong nabati memiliki berbagai kelebihan dibanding kantong plastik biasa seperti: tahan minyak sekalipun minyak panas, tahan suhu tinggi, mengurung udara (sehingga saat membawa makanan berbau tajam, bau makanan tersebut tidak menyebar) serta yang paling penting adalah mampu diuraikan oleh mikoorganisme dalam waktu singkat sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan.
                Bahan baku singkong dipilih karena mengandung amilosa yang dapat dipecah menjadi amiloepktin. Amilopektin inilah yang akan diproses menjadi kantong nabati yang serupa dengan kantong plastik namun dapat terurai oleh mikroorganisme karena berasal dari bahan nabati.


Singkong dipilih sebagai bahan baku kantong nabati

PROSES PEMBUATAN KANTONG NABATI
                Pembuatan kantong nabati (pengganti kantong plastik) ini diawali dengan pemrosesan singkong menjadi tepung singkong dan dicampurkan dengan bahan-bahan aditif tertentu sehingga akan menghasilkan komponen kantong yang kuat, hasil akhir dari proses ini adalah pelet. Pelet inilah yang akan menjadi bahan baku pembuatan plastik. PT Inter Aneka Lestari Kimia mengusung brand Enviplast sebagai nama pelet ini.
                Selanjutnya pelet ini akan dimasukkan kedalam suatu mesin yang bernama mesin Blown Film. Mesin ini terdiri dari feeder untuk menampung pelet yang akan diproses, pemanas, peniup, penggulung hingga pencetak label atau logo. Mesin Blown Film yang digunakan pada proses pembuatan kantong biodegradable didesain secara khusus karena mesin pembuat plastik biasa tidak memiliki spesifikasi yang pas untuk memproses pelet Enviplast. Pelet yang akan dibuat menjadi kantong nabati diletakkan di feeder kemudian melalui proses pemanasan dan proses tiup yang akhirnya menjadi lembaran-lembaran kantong. Untuk menghasilkan 1 kg kantong nabati diperlukan 1 kg pelet Enviplast.
Mesin Blow Film untuk memproses pelet Enviplast menjadi kantong plastik

                Setelah digulung, lembaran kantong nabati ini akan mengalami proses pemotongan. Pemotongan dilakukan juga secara otomatis dengan mesin pemotong. Mesin pemotong ini memiliki sensor yang dapat membaca simbol logo yang tertera di lembaran kantong sehingga akan memotong kantong nabati secara akurat dengan kepanjangan tertentu.

Proses pemotongan gulungan kantong nabati

                Setelah dipotong-potong, kantong nabati ini akan diberi lubang yang memudahkan pengguna untuk membawanya (seperti halnya kantong plastik pada umumnya yang memiliki lubang untuk tangan kita saat membawanya). Pembolongan (pemberian lubang) ini juga dilakukan menggunakan mesin pembolong khusus. Setiap kantong akan diberi lubang sesuai dengan jenisnya, ada lubang yang di tengah (model hand-grip) maupun 2 buah lubang disamping (model T-shirt). Lubang dari setiap kantong juga memiliki ukuran yang berbeda-beda sesuai pesanan sehingga mesin pembolong yang digunakan juga memiliki berbagai jenis ukuran pisau yang disesuaikan dengan pesanan klien. Sebelum dikemas, kantong nabati akan diuji kekuatannya dengan Jog Test, petugas penguji akan membawa kantong nabati berjalan sepanjang 150 meter dengan diberi beban sejumlah tertentu sesuai dengan kekuatan kantong yang diminta oleh pemesan. Setelah Jog Test selesai, kantong yang menjadi sample akan digantung untuk menguji ketahanan seberapa lama ia bisa menahan berat.
 

Kantong nabati yang digantung setelah Jog Test

                Kantong nabati yang sudah teruji kekuatannya dikemas dan siap dikirimkan ke konsumen. Jika kita perhatikan, kantong nabati yang dipesan memiliki berbagai jenis warna. Warna ini didapat dari hasil produksi pelet Enviplast. Pelet Enviplast memiliki berbagai warna yang dapat disesuaikan dengan keinginan pemesan sehingga menghasilkan waran kantong nabati yang serupa dengan warna peletnya.

 Pelet Enviplast berbagai warna

UJI KANTONG NABATI
                Kantong nabati ini terbukti dapat diuraikan oleh mikroorganisme dalam tanah. Pada saat kunjungan pabrik, kami diajak menyaksikan contoh-contoh kantong yang telah lebih dari dua minggu dikubur dalam tanah dan telah terurai. Potongan kantong nabati tersebut dimasukkan kedalam kantong dengan jaring-jaring yang berlubang kemudian dikubur didalam tanah. Selain mudah terurai kantong ini juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk kompos.

Kantong nabati yang telah terurai
                 Pengujian selanjutnya dilakukan dengan membakar kantong nabati. Pengujian ini menghasilkan residu/sisa kantong nabati yang dapat hancur secara sempurna seperti halnya saat kita membakar kertas atau daun-daunan. Lain halnya ketika membakar kantong plastik, kantong plastik akan menghasilkan sisa berupa cairan yang bila mengeras akan membentuk plastik kembali. Pengujian lainnya yaitu memasukkan potongan kantong nabati kedalam air yang mendidih dan diaduk, hasilnya kantong tersebut benar-benar larut dalam air yang mendidih. Kedua pengujian tersebut juga membuktikan bahwa kantong nabati mudah diuraikan dengan berbagai cara.


Pengujian kantong nabatid alam air panas

Plastik meleleh
                Pengujian kekuatan kantong nabati lainnya dilakukan dengan menyeterika kantong nabati. Dibandingkan dengan kantong plastik konvensional yang akan meleleh dan menempel pada seterika panas, kantong nabati tidak meleleh dan bahkan tidak menempel sama sekali pada seterika yang panas. Kelebihan lainnya adalah kantong nabati dapat menahan udara dari dalam sehingga saat kita membawa benda atau makanan berbau tajam seperti durian dalam kantung nabati, bau tersebut tidak akan menyebar.

Kantong plastik biasa (kanan) dan kantong nabati (kiri) saat diseterika

Saksikan video dokumentasi kunjungan ke pabrik pembuat kantong nabati: