Monday, 20 January 2014

VOLUNTEER-IYC

Hai anak muda Indonesia!

Kami kembali mengajak kamu untuk bergabung menjadi Panitia IYC.

Siapa yang kami cari?

  • Berdomisili di Jabodetabek,
  • Berusia 15-24 tahun, dan
  • Tertarik mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru.

Bagaimana caranya?

Caranya mudah. Cukup kunjungi situs Sinergi Muda dan isi formulir yang tersedia.

Catat tanggal ini:

  • 18-30 Januari: Penerimaan formulir pendaftaran.
  • 30 Januari – 1 Februari: Screening formulir.
  • 2-4 Februari: Wawancara.
  • 5 Februari: Pengumuman Panitia.
  • 8 Februari: Rapat perdana.
  • 15 Februari: Team building.

VOLUNTEER-Plastic

Yuk Jadi Bagian Dari Gerakan Diet Kantong Plastik!

Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik memerlukan relawan magang untuk tim kampanye dan edukasi. Durasi hingga 6 bulan sejak Februari 2014. Tersedia benefit magang. Jika tertarik, SEBELUM 21 Januari 2014, kirim CV ke indorelawan@gmail.com dengan subjek email: (Relawan Magang) - Tim Kampanye & Edukasi GIDKP 

Magang: 
Tim Kampanye dan Edukasi "Diet Kantong Plastik"

Ayo sebarkan virus baik untuk menggunakan kantong plastik dengan bijak.
Permahkah terpikir berapa banyak kantong plastik yang dihabiskan setiap hari? Tiap berbelanja ke mal atau supermarket, meski hanya untuk sebuah sabun, kita selalu mendapat kantong plastik. Kantong-kantong plastik ini kemudian dibuang dan teronggok menjadi gunungan sampah yang membutuhkan waktu degradasi (urai) hingga ratusan tahun. Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi, kemudian melakukan kampanye kepada masyarakat, retail dan Pemerintah untuk penggunaan kantong plastik dengan bijak. Hasilnya, Kota Bandung sudah meluncurkan Perda Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik – Perda No.17 Tahun 2012 dan Provinsi DKI Jakarta sudah mengeluarkan Surat Seruan Gubernur No.6 Tahun 2013 Tentang Gerakan Diet Kantong Plastik pada pelaksanaan Festival Jakarta Great Sale 2013.
Saat ini, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik tengah mencari relawan untuk Tim Kampanye & Edukasi yang dapat memberikan informasi dan menyebarkan semangat kepada masyarakat luas untuk membuat gerakan ini semakin besar.

GIDKP membutuhkan tim di kota Jakarta dan Bandung, Tanggung jawab Tim Kampanye & Edukasi adalah: 
  1. Mengikuti pelatihan Tim Kampanye Diet Kantong Plastik (diselenggarakan di masing-masing kota)
  2. Mengikuti pembekalan terrkait hal-hal teknis terkait GIDKP dan perencanaan tahun 2014
  3. Berpartisipasi dalam aktivitas kampanye GIDKP sesuai dengan kebutuhan
  4. Durasi:
  5. 6 bulan (dengan kemungkinan diperpanjang sesuai kesepakatan relawan dan GIDKP).
  6. Berpartisipasi dalam aktivitas kampanye GIDKP yang diselenggarakan di kota masing-masing.

Kualifikasi:
  • Kemampuan Public Speaking
  • Pengetahuan lingkungan dasar
  • Memiliki waktu yang fleksibel
  • Pengalaman kegiatan di komunitas atau oragnisasi kampus
Untuk mendukung kerja relawan, GIDKP memberikan penghargaan berupa sertifikat keterangan partisipasi dalam pelatihan tim kampanye diet kantong plastik, surat rekomendasi mengenai partisipasi sebagai tim kampanye diet kantong plastik dan buku mengenai relawan. Relawan juga mendapat kesempatan berjejaring dalam lingkungan seni dan budaya secara luas.

Yang tertarik, silakan kirim CV ke indorelawan@gmail.com
dengan subjek email:
(Relawan Magang) Tim Kampanye & Edukasi GIDKP
PALING LAMBAT 20 Januari 2014

Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) terbentuk di awal tahun 2013 oleh kumpulan lembaga dan individu yang bergerak di isu pengurangan penggunaan kantong plastik. GIDKP mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan kantong plastik dalam aktivitas sehari-hari. Kantong plastik yang sejak proses pengambilan sumber daya dari alam, produksi, dan penggunaannya memiliki dampak negative terhadap alam, oleh karena itu perlu dikurangi penggunaannya. Sejak tahun 2010, kampanye pengurangan kantong plastik di Indonesia sudah dilakukan di kota-kota besar dari Aceh hingga Makassar.
Mari berkunjung!
Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik

https://twitter.com/idDKP
http://dietkantongplastik.info/

Mari bantu agar masyarakat Indonesia dapat menggunakan kantong plastik dengan bijak.

Our mailing address is:
Indorelawan
The Terrace, Kavling 7
Jalan Kemang Barat no 13
Jakarta Selatan 12830
Indonesia

OPINION-Wirausaha

Selamat Pagi para CALON PEMIMPIN DUNIA, hari ini saya akan memposting opini yang sudah saya buat mengenai bagaimana menumbuhkan semangat wirausaha bagi kaum muda, semoga dapat menjadi INSPIRASI bagi ANDA untuk memulai dan mengakhiri masa menunggu ANDA, selamat berjuang!!!


WIRAUSAHAWAN MUDA, PEMBAWA HARAPAN BARU BANGSA INDONESIA
Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda merupakan peristiwa-peristiwa besar dalam tonggak sejarah bangsa Indonesia yang dipelopori oleh para pemuda. Saat perjuangan membela kemedekaan RI, pemuda merupakan salah satu elemen utama dalam pergerakannya dengan menghimpun masa dari daerahnya, para pemuda dapat bangkit untuk ikut serta melawan para penjajah.
Hingga saat ini pun suara-suara pemuda masih setia mengawasi jalannya pemerintahan RI dan menyampaikan aspirasi-aspirasi mereka baik secara langsung maupun tidak langsung di hadapan publik. Inilah salah satu alasan yang menjadikan para pemuda menjadi simbol bagi perubahan suatu bangsa (agent of change).
Perekonomian Indonesia yang semakin berkembang saat ini pun tidak terlepas dari campur tangan para pemudanya. Semangat para pemuda dapat kita lihat dalam aspek kewirausahaan. Sudah banyak pengusaha-pengusaha muda Indonesia yang sukses di bidangnya, seperti pendiri keripik Maicih Reza Nurhilman, pendiri yoghurt Sour Sally Donny Pramono, pendiri Kebab Baba Rafi Hendy Setiono dan lain lain. Hal ini menunjukkan bahwa para pemuda semakin sadar akan potensi dalam dirinya.
Para pemuda seperti ini adalah para pemuda yang nantinya akan berpengaruh besar pada Indonesia khususnya di bidang Ekonomi. Apalagi menjelang diberlakukannya zero tariff AFTA tahun 2015 mendatang. Indonesia perlu memiliki persiapan yang matang sekaligus perekonomian yang kuat agar tidak kalah bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya. Bila para wirausaha muda dapat terus berkembang, bukannya tidak mungkin suatu saat Indonesia dapat mencapai kemandirian bangsa.
Para pemuda Indonesia sejatinya telah menunjukkan bahwa mereka mampu menghasilkan produk-produk dengan kreatifitas mereka, seperti mobil hasil rancangan anak-anak SMK serta beras buatan dari singkong. Kemampuan-kemampuan seperti inilah yang tidak boleh disia-siakan.
Hambatan Bagi Wirausahawan Muda
Biasanya kebanyakan para pemuda menunda niat mereka untuk mendirikan usaha karena alasan modal dan tempat. Padahal modal dan tempat ini dapat dicari dari berbagai sumber, mulai dari meminjam di bank (yang memiliki resiko), mengikuti lomba wirausaha sampai cara-cara mendapatkan modal tanpa jaminan, yaitu mencari investor, mengadakan kerjasama dengan sistem bagi hasil bagi si pemilik tempat.
Sebenarnya sebuah usaha dapat dimulai dari hal-hal kecil, selanjutnya tergantung kepada individu pemuda tersebut apakah ia mau bersusah payah dahulu lalu bersenang-senang kemudian atau cepat menyerah.
Hambatan selanjutnya adalah pekerjaan. Terlepas dari kenyataan bahwa banyak perusahaan yang memandang pemuda sebagai tenaga yang kurang professional (karena kurangnya pengalaman) serta semakin berkurangnya lapangan pekerjaan, banyak pemuda yang tergiur dengan gaji yang menjanjikan oleh perusahaan-perusahaan besar. Ada sebuah ketakutan tersendiri bagi beberapa orang untuk berwirausaha karena hasil yang belum pasti.
Hal ini bukannya menjadi penghalang yang besar. Sebenarnya, walaupun seseorang sudah bekerja dan tidak mau melepas pekerjaannya, orang itu dapat tetap berwirausaha dengan menjadi penanam modal (investor) atau membuat usaha dengan menggaji orang lain untuk menanganinya. Hal ini sekaligus dapat menjadi pemecahan masalah bagi masalah pertama. Bila para pemuda saling bekerjasama dalam menyalurkan modal dan meminjamkan modal, hambatan-hambatan diatas dapat diselesaikan tanpa masalah.
Perlu disadari pula, dengan menjadi wirausahawan, para pemuda dapat mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Itu artinya para pemuda berkontribusi positif untuk perkembangan Bangsa ini. Seorang wirausahawan bukan hanya mendapatkan penghasilan untuk diri sendiri tetapi juga membantu  orang lain untuk mendapatkan penghasilan. Para wirausahawan muda inilah yang nantinya akan membawa harapan-harapan baru bagi Indonesia.
Menumbuhkan Semangat Wirausaha Pemuda
Suatu negara paling tidak harus memiliki 2% pengusaha atau entrepreneur, namun di Indonesia hanya 1,56% dari penduduk Indonesia yang menjadi pengusaha (vivanews.com, 8 Juni 2012). Hal ini menunjukkan kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang pentingnya kewirausahaan. Hal ini dapat diatasi dengan menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat Indonesia khususnya kaum muda. Bila seperempat saja dari seluruh pemuda Indonesia mau berwirausaha, Indonesia sudah memiliki jaminan perkembangan ekonomi yang cukup pesat.
Para pemuda memiliki potensi yang sangat besar yang dapat dikembangkan, berbagai pelatihan-pelatihan leadership dan softskill, workshop serta seminar motivasi menjadi salah satu media yang efektif untuk mengembangkan semangat wirausaha para pemuda. Kisah-kisah sukses dari para pendahulu (pemuda-pemuda yang sudah sukses) menjadi pemicu semangat bagi wirausahawan muda untuk belajar dan tidak pantang menyerah pada usahanya.
Bila semangat para pemuda ini dapat dibina dan diarahkan dengan baik, dapat dipastikan bahwa mereka dapat mengembangkan potensi mereka untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik nantinya.