|
Monday, 20 January 2014
VOLUNTEER-IYC
VOLUNTEER-Plastic
Yuk Jadi Bagian Dari Gerakan Diet Kantong Plastik!
Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik memerlukan relawan magang untuk tim kampanye dan edukasi. Durasi hingga 6 bulan sejak Februari 2014. Tersedia benefit magang. Jika tertarik, SEBELUM 21 Januari 2014, kirim CV ke indorelawan@gmail.com dengan subjek email: (Relawan Magang) - Tim Kampanye & Edukasi GIDKP
Magang:
Tim Kampanye dan Edukasi "Diet Kantong Plastik"
Ayo sebarkan virus baik untuk menggunakan kantong plastik dengan bijak.
Permahkah terpikir berapa banyak kantong plastik yang dihabiskan setiap hari? Tiap berbelanja ke mal atau supermarket, meski hanya untuk sebuah sabun, kita selalu mendapat kantong plastik. Kantong-kantong plastik ini kemudian dibuang dan teronggok menjadi gunungan sampah yang membutuhkan waktu degradasi (urai) hingga ratusan tahun. Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi, kemudian melakukan kampanye kepada masyarakat, retail dan Pemerintah untuk penggunaan kantong plastik dengan bijak. Hasilnya, Kota Bandung sudah meluncurkan Perda Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik – Perda No.17 Tahun 2012 dan Provinsi DKI Jakarta sudah mengeluarkan Surat Seruan Gubernur No.6 Tahun 2013 Tentang Gerakan Diet Kantong Plastik pada pelaksanaan Festival Jakarta Great Sale 2013.
Saat ini, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik tengah mencari relawan untuk Tim Kampanye & Edukasi yang dapat memberikan informasi dan menyebarkan semangat kepada masyarakat luas untuk membuat gerakan ini semakin besar.
GIDKP membutuhkan tim di kota Jakarta dan Bandung, Tanggung jawab Tim Kampanye & Edukasi adalah:
- Mengikuti pelatihan Tim Kampanye Diet Kantong Plastik (diselenggarakan di masing-masing kota)
- Mengikuti pembekalan terrkait hal-hal teknis terkait GIDKP dan perencanaan tahun 2014
- Berpartisipasi dalam aktivitas kampanye GIDKP sesuai dengan kebutuhan
- Durasi:
- 6 bulan (dengan kemungkinan diperpanjang sesuai kesepakatan relawan dan GIDKP).
- Berpartisipasi dalam aktivitas kampanye GIDKP yang diselenggarakan di kota masing-masing.
Kualifikasi:
- Kemampuan Public Speaking
- Pengetahuan lingkungan dasar
- Memiliki waktu yang fleksibel
- Pengalaman kegiatan di komunitas atau oragnisasi kampus
Untuk mendukung kerja relawan, GIDKP memberikan penghargaan berupa sertifikat keterangan partisipasi dalam pelatihan tim kampanye diet kantong plastik, surat rekomendasi mengenai partisipasi sebagai tim kampanye diet kantong plastik dan buku mengenai relawan. Relawan juga mendapat kesempatan berjejaring dalam lingkungan seni dan budaya secara luas.
Yang tertarik, silakan kirim CV ke indorelawan@gmail.com
dengan subjek email:
(Relawan Magang) Tim Kampanye & Edukasi GIDKP
PALING LAMBAT 20 Januari 2014
Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) terbentuk di awal tahun 2013 oleh kumpulan lembaga dan individu yang bergerak di isu pengurangan penggunaan kantong plastik. GIDKP mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan kantong plastik dalam aktivitas sehari-hari. Kantong plastik yang sejak proses pengambilan sumber daya dari alam, produksi, dan penggunaannya memiliki dampak negative terhadap alam, oleh karena itu perlu dikurangi penggunaannya. Sejak tahun 2010, kampanye pengurangan kantong plastik di Indonesia sudah dilakukan di kota-kota besar dari Aceh hingga Makassar.
Mari berkunjung!
Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik
https://twitter.com/idDKP
http://dietkantongplastik.info/
Mari bantu agar masyarakat Indonesia dapat menggunakan kantong plastik dengan bijak.
Our mailing address is:
Indorelawan
The Terrace, Kavling 7
Jalan Kemang Barat no 13
Jakarta Selatan 12830
Indonesia
OPINION-Wirausaha
Selamat Pagi para CALON PEMIMPIN DUNIA, hari ini saya akan memposting opini yang sudah saya buat mengenai bagaimana menumbuhkan semangat wirausaha bagi kaum muda, semoga dapat menjadi INSPIRASI bagi ANDA untuk memulai dan mengakhiri masa menunggu ANDA, selamat berjuang!!!
WIRAUSAHAWAN MUDA, PEMBAWA HARAPAN BARU BANGSA
INDONESIA
Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda merupakan
peristiwa-peristiwa besar dalam tonggak sejarah bangsa Indonesia yang
dipelopori oleh para pemuda. Saat perjuangan membela kemedekaan RI, pemuda merupakan
salah satu elemen utama dalam pergerakannya dengan menghimpun masa dari
daerahnya, para pemuda dapat bangkit untuk ikut serta melawan para penjajah.
Hingga saat ini pun suara-suara pemuda masih setia mengawasi
jalannya pemerintahan RI dan menyampaikan aspirasi-aspirasi mereka baik secara
langsung maupun tidak langsung di hadapan publik. Inilah salah satu alasan yang
menjadikan para pemuda menjadi simbol bagi perubahan suatu bangsa (agent of
change).
Perekonomian Indonesia yang semakin berkembang saat ini pun
tidak terlepas dari campur tangan para pemudanya. Semangat para pemuda dapat
kita lihat dalam aspek kewirausahaan. Sudah banyak pengusaha-pengusaha muda
Indonesia yang sukses di bidangnya, seperti pendiri keripik Maicih Reza
Nurhilman, pendiri yoghurt Sour Sally Donny Pramono, pendiri Kebab Baba Rafi
Hendy Setiono dan lain lain. Hal ini menunjukkan bahwa para pemuda semakin
sadar akan potensi dalam dirinya.
Para pemuda seperti ini adalah para pemuda yang nantinya akan
berpengaruh besar pada Indonesia khususnya di bidang Ekonomi. Apalagi menjelang
diberlakukannya zero tariff AFTA tahun 2015 mendatang. Indonesia perlu memiliki
persiapan yang matang sekaligus perekonomian yang kuat agar tidak kalah
bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya. Bila para wirausaha muda dapat
terus berkembang, bukannya tidak mungkin suatu saat Indonesia dapat mencapai
kemandirian bangsa.
Para pemuda Indonesia sejatinya telah menunjukkan bahwa
mereka mampu menghasilkan produk-produk dengan kreatifitas mereka, seperti mobil
hasil rancangan anak-anak SMK serta beras buatan dari singkong.
Kemampuan-kemampuan seperti inilah yang tidak boleh disia-siakan.
Hambatan Bagi Wirausahawan Muda
Biasanya kebanyakan para pemuda menunda niat mereka untuk
mendirikan usaha karena alasan modal dan tempat. Padahal modal dan tempat ini
dapat dicari dari berbagai sumber, mulai dari meminjam di bank (yang memiliki
resiko), mengikuti lomba wirausaha sampai cara-cara mendapatkan modal tanpa
jaminan, yaitu mencari investor, mengadakan kerjasama dengan sistem bagi hasil
bagi si pemilik tempat.
Sebenarnya sebuah usaha dapat dimulai dari hal-hal kecil,
selanjutnya tergantung kepada individu pemuda tersebut apakah ia mau bersusah
payah dahulu lalu bersenang-senang kemudian atau cepat menyerah.
Hambatan selanjutnya adalah pekerjaan. Terlepas dari
kenyataan bahwa banyak perusahaan yang memandang pemuda sebagai tenaga yang
kurang professional (karena kurangnya pengalaman) serta semakin berkurangnya
lapangan pekerjaan, banyak pemuda yang tergiur dengan gaji yang menjanjikan
oleh perusahaan-perusahaan besar. Ada sebuah
ketakutan tersendiri bagi beberapa orang untuk berwirausaha karena hasil yang
belum pasti.
Hal ini bukannya menjadi
penghalang yang besar. Sebenarnya, walaupun seseorang sudah bekerja dan tidak
mau melepas pekerjaannya, orang itu dapat tetap berwirausaha dengan menjadi
penanam modal (investor) atau membuat usaha dengan menggaji orang lain untuk
menanganinya. Hal ini sekaligus dapat menjadi pemecahan masalah bagi masalah
pertama. Bila para pemuda saling bekerjasama dalam menyalurkan modal dan
meminjamkan modal, hambatan-hambatan diatas dapat diselesaikan tanpa masalah.
Perlu disadari pula, dengan
menjadi wirausahawan, para pemuda dapat mengurangi jumlah pengangguran di
Indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Itu artinya para pemuda berkontribusi
positif untuk perkembangan Bangsa ini. Seorang wirausahawan bukan hanya
mendapatkan penghasilan untuk diri sendiri tetapi juga membantu orang lain untuk mendapatkan penghasilan. Para
wirausahawan muda inilah yang nantinya akan membawa harapan-harapan baru bagi
Indonesia.
Menumbuhkan
Semangat Wirausaha Pemuda
Suatu negara paling tidak harus
memiliki 2% pengusaha atau entrepreneur, namun di Indonesia hanya 1,56% dari
penduduk Indonesia yang menjadi pengusaha (vivanews.com, 8 Juni 2012). Hal ini
menunjukkan kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang pentingnya
kewirausahaan. Hal ini dapat diatasi dengan menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat
Indonesia khususnya kaum muda. Bila seperempat saja dari seluruh pemuda
Indonesia mau berwirausaha, Indonesia sudah memiliki jaminan perkembangan
ekonomi yang cukup pesat.
Para pemuda memiliki potensi yang sangat besar yang dapat
dikembangkan, berbagai pelatihan-pelatihan leadership
dan softskill, workshop serta seminar
motivasi menjadi salah satu media yang efektif untuk mengembangkan semangat
wirausaha para pemuda. Kisah-kisah sukses dari para pendahulu (pemuda-pemuda
yang sudah sukses) menjadi pemicu semangat bagi wirausahawan muda untuk belajar
dan tidak pantang menyerah pada usahanya.
Bila semangat para pemuda ini dapat dibina dan diarahkan
dengan baik, dapat dipastikan bahwa mereka dapat mengembangkan potensi mereka
untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik nantinya.
Subscribe to:
Comments (Atom)