WIRAUSAHAWAN MUDA, PEMBAWA HARAPAN BARU BANGSA
INDONESIA
Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda merupakan
peristiwa-peristiwa besar dalam tonggak sejarah bangsa Indonesia yang
dipelopori oleh para pemuda. Saat perjuangan membela kemedekaan RI, pemuda merupakan
salah satu elemen utama dalam pergerakannya dengan menghimpun masa dari
daerahnya, para pemuda dapat bangkit untuk ikut serta melawan para penjajah.
Hingga saat ini pun suara-suara pemuda masih setia mengawasi
jalannya pemerintahan RI dan menyampaikan aspirasi-aspirasi mereka baik secara
langsung maupun tidak langsung di hadapan publik. Inilah salah satu alasan yang
menjadikan para pemuda menjadi simbol bagi perubahan suatu bangsa (agent of
change).
Perekonomian Indonesia yang semakin berkembang saat ini pun
tidak terlepas dari campur tangan para pemudanya. Semangat para pemuda dapat
kita lihat dalam aspek kewirausahaan. Sudah banyak pengusaha-pengusaha muda
Indonesia yang sukses di bidangnya, seperti pendiri keripik Maicih Reza
Nurhilman, pendiri yoghurt Sour Sally Donny Pramono, pendiri Kebab Baba Rafi
Hendy Setiono dan lain lain. Hal ini menunjukkan bahwa para pemuda semakin
sadar akan potensi dalam dirinya.
Para pemuda seperti ini adalah para pemuda yang nantinya akan
berpengaruh besar pada Indonesia khususnya di bidang Ekonomi. Apalagi menjelang
diberlakukannya zero tariff AFTA tahun 2015 mendatang. Indonesia perlu memiliki
persiapan yang matang sekaligus perekonomian yang kuat agar tidak kalah
bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya. Bila para wirausaha muda dapat
terus berkembang, bukannya tidak mungkin suatu saat Indonesia dapat mencapai
kemandirian bangsa.
Para pemuda Indonesia sejatinya telah menunjukkan bahwa
mereka mampu menghasilkan produk-produk dengan kreatifitas mereka, seperti mobil
hasil rancangan anak-anak SMK serta beras buatan dari singkong.
Kemampuan-kemampuan seperti inilah yang tidak boleh disia-siakan.
Hambatan Bagi Wirausahawan Muda
Biasanya kebanyakan para pemuda menunda niat mereka untuk
mendirikan usaha karena alasan modal dan tempat. Padahal modal dan tempat ini
dapat dicari dari berbagai sumber, mulai dari meminjam di bank (yang memiliki
resiko), mengikuti lomba wirausaha sampai cara-cara mendapatkan modal tanpa
jaminan, yaitu mencari investor, mengadakan kerjasama dengan sistem bagi hasil
bagi si pemilik tempat.
Sebenarnya sebuah usaha dapat dimulai dari hal-hal kecil,
selanjutnya tergantung kepada individu pemuda tersebut apakah ia mau bersusah
payah dahulu lalu bersenang-senang kemudian atau cepat menyerah.
Hambatan selanjutnya adalah pekerjaan. Terlepas dari
kenyataan bahwa banyak perusahaan yang memandang pemuda sebagai tenaga yang
kurang professional (karena kurangnya pengalaman) serta semakin berkurangnya
lapangan pekerjaan, banyak pemuda yang tergiur dengan gaji yang menjanjikan
oleh perusahaan-perusahaan besar. Ada sebuah
ketakutan tersendiri bagi beberapa orang untuk berwirausaha karena hasil yang
belum pasti.
Hal ini bukannya menjadi
penghalang yang besar. Sebenarnya, walaupun seseorang sudah bekerja dan tidak
mau melepas pekerjaannya, orang itu dapat tetap berwirausaha dengan menjadi
penanam modal (investor) atau membuat usaha dengan menggaji orang lain untuk
menanganinya. Hal ini sekaligus dapat menjadi pemecahan masalah bagi masalah
pertama. Bila para pemuda saling bekerjasama dalam menyalurkan modal dan
meminjamkan modal, hambatan-hambatan diatas dapat diselesaikan tanpa masalah.
Perlu disadari pula, dengan
menjadi wirausahawan, para pemuda dapat mengurangi jumlah pengangguran di
Indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Itu artinya para pemuda berkontribusi
positif untuk perkembangan Bangsa ini. Seorang wirausahawan bukan hanya
mendapatkan penghasilan untuk diri sendiri tetapi juga membantu orang lain untuk mendapatkan penghasilan. Para
wirausahawan muda inilah yang nantinya akan membawa harapan-harapan baru bagi
Indonesia.
Menumbuhkan
Semangat Wirausaha Pemuda
Suatu negara paling tidak harus
memiliki 2% pengusaha atau entrepreneur, namun di Indonesia hanya 1,56% dari
penduduk Indonesia yang menjadi pengusaha (vivanews.com, 8 Juni 2012). Hal ini
menunjukkan kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang pentingnya
kewirausahaan. Hal ini dapat diatasi dengan menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat
Indonesia khususnya kaum muda. Bila seperempat saja dari seluruh pemuda
Indonesia mau berwirausaha, Indonesia sudah memiliki jaminan perkembangan
ekonomi yang cukup pesat.
Para pemuda memiliki potensi yang sangat besar yang dapat
dikembangkan, berbagai pelatihan-pelatihan leadership
dan softskill, workshop serta seminar
motivasi menjadi salah satu media yang efektif untuk mengembangkan semangat
wirausaha para pemuda. Kisah-kisah sukses dari para pendahulu (pemuda-pemuda
yang sudah sukses) menjadi pemicu semangat bagi wirausahawan muda untuk belajar
dan tidak pantang menyerah pada usahanya.
Bila semangat para pemuda ini dapat dibina dan diarahkan
dengan baik, dapat dipastikan bahwa mereka dapat mengembangkan potensi mereka
untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik nantinya.
No comments:
Post a Comment