Siapa bilang jadi pahlawan itu sulit? Definisi pahlawan
disini adalah pahlawan dalam artian luas seperti yang biasa kita lihat di
berbagai film-film superhero. Mereka
berjuang untuk bisa menyelamatkan bumi dari berbagai ancaman musuh bukan? Nah,
apakah menyelamatkan bumi itu hanya bisa dilakukan oleh para superhero yang ada
dalam komik dan film saja? Tentu tidak teman-teman. Saya akan bercerita sedikit
tentang pengalaman saya minggu lalu.
Pada Sabtu 10 Juni 2017 lalu, saya dan teman-teman Gerakan
Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) diundang ke acara Kampanye Kelautan oleh
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diadakan di Ancol
Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol. Acara ini merupakan kerjasama pemerintah
Indonesia terutama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan United Nations
Information Center(UNIC) dan merupakan
rangkaian dari World Oceans Conference
di New York yang diadakan pada 5-9 Juni 2017.
Selain bersih-bersih pantai, ada juga kampanye oleh Miss
Earth dan edukasi cuci tangan yang benar oleh perwakilan dari PT Unilever
Indonesia. TUjuan dari acara ini yaitu mendukung implementasi Sustainable
Development Goals 14 (Life Below Water).
Acara ini diawali oleh sambutan-sambutan dari berbagai pihak
mulai dari perwakilan
UNIC yaitu Eshila Maravanyika yang merupakan UNIC Jakarta Director dilanjutkan oleh Bapak Isnawa Adji (Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta), Camat Pademangan
(Bapak Musa Syafrudin), hingga pembukaan acara oleh Ibu Tuti Hendrawati
Mintarsih yang merupakan Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun
Berbahaya (PSLB3).
![]() |
| Kampanye Kelautan oleh Miss Earth |
Acara inti yaitu membersihkan pantai sendiri dilakukan
disekitar tempat acara. Dengan bantuan lebih dari 200 orang dan dalam waktu
kurang dari 1 jam, sampah yang dikumpulkan mencapai lebih dari 145kg dan 80%
diantaranya merupakan sampah plastik seperti kantong plastik, bungkus snack,
botol minuman hingga karung-karung plastik. Hal ini sangat disayangkan
mengingat plastik merupakan bahan yang sulit untuk terurai apalagi di laut. Hanya
dengan membersihkan dalam waktu singkat, jumlah tenaga yang terbatas, serta di
sebagian kecil wilayah pantai saja, sampah yang dikumpulkan sudah sebanyak itu.
Bayangkan sebanyak apa sampah-sampah yang terdampar di seluruh pantai di dunia,
apalagi sampah-sampah yang masih tersisa di lautan.
![]() |
| Bersih-bersih pantai sebagai volunteer |
Tanpa kita sadari, ekosistem laut kita sedang terancam
sekarang karena sampah-sampah plastik tersebut. Keberadaan plastik dapat
mengganggu aktivitas makhluk-makhluk laut. Bahkan plastik ini telah pecah menjadi mikroplastik, plankton-plankton yang
merupakan sumber makanan dari ikan akan memakan plastik tersebut. Ikan
yang memakan plastik, bisa jadi akan menjadi santapan kita dan plastik tersebut
akan tertimbun dalam tubuh kita karena tidak dapat tercerna. Timbunan plastik
inilah yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit, mulai dari gangguan saluran
pencernaan hingga kanker.
Oleh karena itu, ayo
teman-teman jaga laut kita mulai dari langkah sederhana. Gunakan kantong
plastik dengan lebih bijak. Bila kita bisa menggunakan tas belanja pakai ulang
seperti goody bag, maka sebaiknya gunakanlah untuk berbelanja, hal ini dapat mengurangi
penggunaan kantong plastik. Tanpa kita sadari langkah kecil kita ini merupakan
sebuah awal dari langkah besar untuk menyelamatkan laut, bumi kita bahkan demi
kita sendiri dan banyak orang lho. Siapa bilang kita tidak bisa jadi pahlawan
yang bisa menyelamatkan bumi ini? Bahkan tanpa kekuatan super pun kita bisa menyelamatkan
bumi dan banyak orang.
Eka N. Solicha
(Volunteer Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik)
![]() |
| Bersama Ibu Tuti Hendrawati dan teman-teman GIDKP |
Artikel lain bisa dilihat di http://dietkantongplastik.info/




No comments:
Post a Comment